mereka ada…

selamat pagi, saudara saudara yang kelaparan yang semalaman tidur beralaskan koran-koran yang semalaman terjaga sebab tak ada hangat di kolong jembatan yang semalaman sibuk merunut mimpi-mimpi tentang masa depan yang tak pasti yang semalaman gusar sebab perut anak istri musti di isi yang semalaman resah […]

Read more

ku tulis lara

aku ingin menulis indonesia namun bukan tentang alamnya yang gemah ripah loh jinawi bukan tentang bunaken atau raja ampat yang sohor ke mata dunia bukan tentang garuda yang gagah mengangkasa bukan pula tentang borobudur atau puncak merapi yang melegenda bukan. aku ingin menulis indonesia yang […]

Read more

selalu ada

selalu ada yang mati di sini kawan, bulan lalu seorang guru, tewas di gorok orang tua murid minggu lalu seorang pedagang pecel ayam dan lima orang pembeli yang sedang antri makan, tewas di tabrak sebuah mobil sedan yang di kemudikan seorang anak pejabat kemarin lusa […]

Read more

bagimu negeri, derita kami

Belum sempat kuucapkan merdeka Namun sudah lebih dulu bayang – bayang kelam melintas di benak ku. Bayang – bayang wajah siti yang ketakutan setengah mati saat di serbu deru birahi majikannya sendiri Bayang – bayang wajah para petani yang mengerang menahan harga – harga yang […]

Read more

doaku

kemarin sore , aku tulis 3 bait puisi di selembar daun jati isinya tentang nasib yg sudah sejak lama sakit lalu aku kumpulkan ranting2 yg berserakan di halaman dan ku timbun puisi ku di bawahnya kubakar , dan berharap puisi menjadi abu , terbang ke […]

Read more

mak

Kau mungkin bukan pahlawan di negara ini Yang sejarah hidup dan nama nya selalu di kenang oleh instansi pendidikan Tapi, mak Kau adalah pahlawan di rumah ini Di hati ku, di hati yang beranuang dalam teduh kasih sayang mu Yang akan di kenang oleh setiap […]

Read more

kelak

Kelak, aku hanya akan menjadi ampas ampas kopi di dasar cangkir mu. Yg kau tolak sebab sudah tak ada lagi yg bisa kau nikmati. Kelak, aku hanya akan menjadi kata kata tanpa rima di atas lembar lembar kertas milik mu. Yg tak pernah lagi kau […]

Read more

apa adanya dirimu

Jangan karena aku badjingan Lantas kau tenggak bersloki sloki anggur oplosan agar aku mencintaimu karena menganggap kita satu jalan … Jangan karena aku badjingan Lalu kau tulis rentet kata di dalam dada tentang kerasnya malam Tentang tajamnya hunus kesepian Agar aku mencintaimu karena menganggap kita […]

Read more

dendam damai

siang makin nyala di luar sana di dalam sini, rokok ku redup menunggu mati. sedang nama nama di dalam dada, kian nyalang nyanyikan lagu tentang duka. hai, gusti, ya ampun, kemana perginya doa doa kami? kau dengarkah? doa sukir semalam saat ia dapat giliran jaga […]

Read more